LAPORAN HASIL OBSERVASI
PEMBELAJARAN LUAR KELAS (PLK) DI BALAI INFORMASI DAN KONSERVASI KEBUMIAN KARANGSAMBUNG
NAMA : DWI HANDINI (08)
KELAS : X-1
SMA NEGERI JATILAWANG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PENDAHULUAN
1.1 KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,berkat rahmat dan karunianya,saya dapat menyelesaikan laporan hasil pembelajaran luar kelas (PLK) di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung. Pembaca,saya selaku penulis membuat laporan ini untuk menyelesaikan tugas Geografi semester dua.
Dalam laporan ini pembaca akan menemukan materi Geografi. Setelah mempelajari laporan ini diharapkan pembaca bisa menjadi warga negara yang demokratis,bertanggung jawab,dan bisa menjadi warga dunia yang cinta damai,serta mau melestarikan,merawat lingkungan sekitar agar fosil-fosil yang ada sejak beberapa juta tahun yang lalu masih lestari karena semua itu dapat digunakan sebagai media pembelajaran generasi penerus bangsa yang akan datang.
Dalam laporan ini pembaca akan menemukan pembahasan tentang proses terbentuknya kepulauan Indonesia,serta batuan yang terdapat di daerah Karangsambung,Kebumen dengan klasifikasinya,batuan tersebut merupakan batuan pembentuk kulit bumi. Batuan merupakan hasil dari proses geologi. Batuan dari hasil proses geolog banyak digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Kerak bumi tersusun oleh berbagai jenis batuan. Menurut pembentukkannya,batuan pembentuk kulit bumi dibagi menjadi tiga jenis antara lain batuan beku,batuan sedimen dan batuan metamorf. Batuan-batuan tersebut terbagi menjadi beberapa jenis lagi,salah satu tempat dimana batu-batuan tersebut berada itu adalah di daerah Karangsambung,Kebumen.
Saya mencoba menyusun laporan ini dengan bahasa yang sederhana. Selain itu saya memuat gambar-gambar untuk memperjelas isi laporan ini. Pembaca akan menguasai isi laporan jika pembaca membaca dengan tekun dan cermat,serta memahaminya dengan sungguh-sungguh.
Laporan ini memang belum sempurna. Saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca laporan ini untuk perbaikan di masa yang akan datang. Tak lupa saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak yang telah membantu saya dalam menyusun laporan ini,utamanya kepada pihak ibu dan bapak guru,pemandu kegiatan pembelajaran luar kelas di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung,serta orang tua saya yang telah memberi saya nasihat dalam menyusun laporan ini,tak lupa juga teman-teman saya.
Akhir kata,selamat membaca teman-temanku! Semoga laporan ini membantu menjadi pembaca yang cerdas dan menjadi generasi penerus bangsa yang membawa bangsa menuju kejayaan.
Banyumas,Maret 2015
Penulis
ISI
2.1 STUDY PUSTAKA
Saya dalam membuat laporan ini memperoleh data dari :
1. Buku
2. Internet
3. Pemandu Kegiatan Pembelajaran Luar Kelas (PLK) di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung
A. Macam-Macam Batuan
Batuan pembentuk kulit bumi di bedakan menjadi 3 jenis,yaitu :
1. Batuan Beku (Igneous Rock)
Magma yang menerobos dari dalam bumi menuju permukaan bumi berasal dari dapur magma dan membeku di dalam bumi dengan massa yang besar disebut batolit. Batolit kecil dengan permukaan cembung dan dasar yang rata disebut lakolit. Magma yang membeku berubah menjadi batuan beku. Ada tiga jenis batuan beku yaitu batuan beku luar,batuan beku sela,gang atau korok,batuan beku dalam
a. Batuan Beku Luar
Adalah batuan beku yang terjadi dari magma yang membeku dan proses pembekuannya terjadi di permukaan bumi. Proses pendinginan magma berlangsung cepat sehingga seluruh batuan mengalami pembekuan yang merata. Jika pembekuan berlangsung sangat cepat dan gas-gas yang ada dalam batuan tidak sempat keluar maka terbentuk batu apung atau disebut juga obsidian atau pumise. Contoh batuan beku luar yang lainnya antara lain : trakhit,andesit,dasit dan basalt.
b. Batuan Beku Sela,Gang,atau Korok (Sill)
Jika proses pembekuan magma terjadi di sela-sela lapisan kulit bumi,batuan beku yang terbentuk disebut batuan beku sela.gang,atau korok. Jika penyusupan magma tersebut memotong lapisan kulit bumi dan membentuk sudut tegak atau sudut miring disebut dike. Proses pendinginan magma di sela-sela lapisan kulit bumi ini agak cepat,tetapi tidak terlalu lambat sehingga sebagian massa magma mengalami pembekuan dan sebagian lainnya mengalami proses pengkristalan . Batuan beku yang lain berupa kristal dan sebagian lain berupa pembekuan disebut batuan beku porfir atau porfiris.
c. Batuan Beku Dalam
Jika proses pembekuan magma terjadi jauh di dalam bumi disebut batuan beku dalam. Jauh di dalam bumi dan proses pendinginan magma berlangsung sangat lambat sehingga proses yang terjadi bukan pembekuan,melainkan pengkristalan. Contohnya: Gbro,diotite,dan granit (sering dijadikan batu hias).
2. Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari proses pengendapan bahan lepas (fragmen) hasil perombakkan /pelapukan batuan lain yang retangkut dari tempat asalnya oleh air,es,atau angin,yang kemudiaan mengaami proses pemadatan dan perekatan. Berdasarkan proses terjadinya batuan sedimen dibedakkan seperti berikut.
a. Batuan Sedimen Klasik/Mekanis,yaitu batuan sedimen yang terbentuk dari hasil rombakan batuan asal secara mekanis. Contoh : konglomerat,breksi,batu pasir,batu lempung,dan napal.
b. Batuan Sedimen Organic,yaitu batuan sedimen yang terbentuk dari endapan bahan organik (binatang dan tumbuhan). Contoh : batu gamping,batu bara,gambut,diatomea.
c. Batuan Sedimen Kimiawi,yaitu batuan sedimen yang terbentuk secara kimiawi. Contoh : travertin,anhidrit,halit,dan batu gips.
Berdasarkan tenaga pengangkutnya batuan sedimen dikelompokkan sebagai berikut.
a. Batuan Sedimen Aeolis/Aeris,yaitu batuan sedimen yang material pembentuknya diendapkan oleh tenaga/media angin.
b. Batuan Sedimen Aquatic,yaitu batuan sedimen yang material pembentuknya diendapkan oleh tenaga air.
c. Batuan Sedimen Marine,yaitu batuan sedimen yang material pembentukkannya diendapkan oleh gelombang air laut.
d. Batuan Sedimen Glasial,bila material pembentuknya diendapkan oleh tenaga gletser.
Berdasarkan tempat pengendapannya,batuan sedimen dikelompokkan sebagai berikut.
a. Batuan Sedimen Teristris,batuan sedimen yang tempat pengendapannya di daratan.
b. Batuan Sedimen Fluviatis,batuan sedimen yang tempat pengendapannya di daerah sungai
c. Batuan Sedimen Limnis,batuan sedimen yang tempat pengendapannya di danau
d. Batuan Sedimen Marine,batuan sedimen yang tempat pengendapannya di daerah laut.
Berdasarkan ukuran butir penyusunnya,batuan sedimen klastika,dibedakan sebagai berikut
a. Bongkah atau Boulder,ukuran butir >256 mm.
b. Kerakal (cobble),ukuran butir 64-256 mm.
c. Kerikil (pebble),ukuran butir 4-64 mm.
d. Batu pasir kasar,ukuran butir 2-4 mm.
e. Batu pasir,ukuran butir 1/16-2 mm.
f. Batu lanau,ukuran butir 1/256-1/16 mm.
g. Batu lempung,ukuran butir <1/256 mm.
3. Batuan Metamof (Metamorphic Rock)
Batuan metamorf(malihan) terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen yang mengalami perubahan akibat panas yang tinggi dan tekanan yang besar.batuan metamorf dibedakan menjadi beberapa jenis,yaitu sebagai berikut
Ø Metamorf ose kontak,terbentuk karena pengaruh suhu yang sangat tinggi dalam waktu yang lama. Batuan yang letaknya dekat dapur magma,seperti batuan kapur akan berubah menjadi batu pualam.
Ø Metamorf ose dynamo,terbentuk akibat tekanan kuat dalam waktu lama. Contohnya batu sabak
Ø Metamorf ose pneumatolitis kontak,terbentuk akibat pengaruh panas dan masuknya unsur lain dalam proses metamorfose,seperti gas flour dan borium. Contohnya batu permata.
B. Proses Pembentukan Kepulauan Indonesia
Ø Teori Penciptaan Bumi
Ada banyak teori dan penjelasan tentang penciptaan bumi mulai dari mitos sampai kepada penjelasan agama dan ilmu pengetahuan. Salah satu di antara teori ilmiah tentang terbentuknya bumi adalah teori “Dentuman Besar” (Big Bang),seperti yang dikemukakan oleh sejumlah ilmuwan dan yang mutakhir seperti ilmuwan besar inggris,Stepen Hawking. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya. Jika digunakan teleskop besar Mount Wilson untuk mengamatinya akan terlihat ruang jagad raya itu luasnya mencapai radius 500.000.000 tahun cahaya. Gumpalan gas itu suatu saat meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat. Setelah itu,materi yang ada di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi,sehingga hanya tersisa energi berupa proton,neutron,dan elektron yang bertebaran ke seluruh arah.
Ledakan dahsyat itu menimbulkan gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar dan mengembang ke seluruh penjuru sehingga memebentuk galaksi-galaksi,bintang-bintang,matahari,planet-planet,bumi,bulan dan meteorit.
Selanjutnya proses evolusi alam semesta yang memakan waktu secara kronologis sangat lama. Proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut :
1. Azoicum (Yunani: a = tidak, zoon = hewan),yaitu zaman sebelum adanya kehidupan
2. Palaezoicum,yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna
3. Mesozoicum,yaitu zaman purba tengah.
4. Neozoicum,yaitu zaman purba baru,yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu. Zaman ini dibagi lagi menjadi dua tahap (Tersier dan Quarter),zaman es mulai menyusut dan makhluk-makhluk tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.
Ø Proses Pembentukan Kepulauan Indonesia
Kepulauan Indonesia terbentuk melalui proses yang panjang dan rumit. Menurut para ahli bumi,posisi pulau-pulau di Kepulauan Indonesia terletak diatas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi. Inti perut bumi tersebut berupa lava cair yang bersuhu sangat tinggi.
Diperkirakan kepulauan Indonesia terbentuk pada zaman tersier sekira 60 juta tahun yang lalu. Kepulauan Indonesia terbentuk dari rangkaian aktivitas tektonis yang kuat karena terletak di titik pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Indo-Australia (selatan),lempeng eurasia (utara),dan lempeng pasifik (timur). Pergerakan lempeng-lempeng tersebut dapat berupa subduksi (pergerakan lempeng ke atas) obduksi (pergerakan lempeng ke bawah) dan kolisi (tumbukan lempeng). Pergerakan lain dapat berupa pemisahan atau divergensi (tabrakan) lempeng-lempeng.
Pada masa Paleozoikum (masa kehidupan tertua) keadaan geografis Kepulauan Indonesia masih merupakan bagian samudra yang sangat luas,meliputi hampir seluruh bumi. Pada masa Mesozoikum,sekitar 65 juta tahun yang lalu,kegiatan tektonis menjadi sangat aktif,kegiatan ini dikenal sebagai fase tektonis (orogenesa laramy),sehingga menyebabkan daratan terpecah-pecah.
Kegiatan tektonis yang terjadi pada zaman tersier telah menggerakan ketiga lempeng tersebut. Oleh karena itu,daratan dunia menjadi terpecah-pecah. Benua Eurasia yang merupakan gabungan Benua Eropa,Afrika,dan Asia terpecah menjadi beberapa pulau saling terpisah satu dengan yang lainnya.
Akibat aktivitas tektonis,sebagian dari Benua Asia bergerak ke arah selatan,membentuk Pulau Sumatra,Jawa,Kalimantan,Sulawesi,serta pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Banda. Hal yang sama juga terjadi di Benua Australia. Sebagian pecahannya bergerak ke utara membentuk Pulau Timor,Kepulauan Nusa Tenggara Timur,Pulau Papua,dan sebagia Maluku Tenggara. Aktivitas tektonis di Indonesia masih terus berlangsung hingga sekarang. Aktivitas tersebut menyebabkan Kepulauan Indonesia sangat labil dan rawan terjadi gempa.
Pada periode pleistosen sebagian besar daratan di Dunia tertutup oleh lapisan es. Peristiwa ini menyebabkan perubahan iklim dan penurunan permukaan air laut hingga 100-150 meter dari titik semula sehingga laut menjadi dangkal dan berubah menjadi daratan. Pada periode ini bagian barat Kepulauan Indonesia masih bergabung dengan daratan Asia Tenggara,sedangkan bagian timur Kepulauan Indonesia bergabung dengan daratan Australia. Daratan yang menghubungkan Kepulauan Indonesia bagian barat dan Asia Tenggara disebut Paparan Sunda,sedangkan daratan yang menghubungkan Kepulauan Indonesia bagian timur dan Australia disebut Paparan Sahul. Kedua paparan tersebut di pisahkan oleh zona Wallace yang kini menjadi wilayah Sulawesi,Nusa Tenggara,dan Maluku. Wilayah ini tidak stabil dan dibatasi oleh laut dalam dari kedua paparan.
Akibat proses interglasiasi (pencairan) pada periode holosen sebagian daratan Sumatra,Kalimantan,dan Jawa tenggelam menjadi laut dangkal. Kondii ini menyebabkan pemisahan wilayah Indonesia bagian barat dan daratan Benua Asia,sedangkan wilayah Indonesia bagian timur terpisah dari Benua Australia. Perubahan yang diakibatkan oleh proses interglasiasi tersebut sangat berpengaruh bagi kehidupan flora dan fauna di Indonesia. Flora dan fauna di wilayah Indonesia bagian barat memiliki kemiripan dengan jenis flora dan fauna di wilayah Asia daratan. Sementara itu,flora dan fauna Indonesia bagian timur mirip dengan flora dan fauna daratan Australia.
2.2 HASIL OBSERVASI
Asal nama kota Kebumen yaitu Raden Kandjeng Ki Bumi Dirjo,kemudian berubah menjadi Kibumian,selanjutnya berubah lagi menjadi Kebumian dan pada akhirnya hingga sampai saat ini namanya menjadi Kebumen. Karangsambung terletak 19 km di utara Kota Kebumen
1. Kampus Balai Informasi dan Konservasi LIPI
Daerah Karangsambung,Kebumen terdapat kampus yang bernama Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung LIPI disana adalah tempat mulai dari pelajar sampai kalangan kaum orang tua bisa belajar tentang batuan karena di Karangsambung telah ditemukan berbagai jenis batuan yang sudah mulai terbentuk berpuluh-puluh tahun yang lalu. Di Karangsambung terdapat berbagai jenis batuan yang unik dan langka,karena terjadi proses tektonik lempeng. Di daerah ini ada berbagai jenis batuan karena adanya pertemuan berbagai tektonik lempeng pada 117-60 juta tahun yang lalu,yang menyebabkan antara lain : benua bisa menjadi samudra,dan samudra bisa juga menjadi benua. Teori tektonik lempeng tersebut terdapat di Al-Qur’an surat AL-Ghasiyah. Di lempeng samudra terdapat batuan antara lain : batuan basalt,gabro,peridotik,batu merah,melange dan lain-lain letak batuan ini yaitu berada di tengah samudra. Batuan yang ada di Karangsambung paling tua adalah yang berrumur 127 juta tahun yang lalu,nama batuan ini ialah Batu Gamping.
Batuan Beku kalau yang bersifat asam berwarna cerah,batuan beku yang bersifat basa akan berwarna gelap,dan batuan beku yang bersifat intermediet berwarna antara gelap dan cerah (sedang-sedang). Hukum superposisi menjelaskan bahwa batuan yang lebih tua adalah batuan yang berada di bagian bawah dan sebaliknya batuan yang muda adalah batuan yang berada di atas. Jika di Karangsambung sendiri hanya terdapat batuan yang tua. Pada batuan beku yang semakin dalam berarti batuan tersebut mengandung kristal. Jika kristalnya masih kasar berarti lava yang keluar dari gunung yang meletus itu belum sampai ke permukaan bumi.
Batuan Sedimen adalah batuan beku yang diendapkan. Batuan sedimen ciri-cirinya antara lain : batuannya berlapis,dan lapukan dari material yang sebelumnya itu telah lapuk yang kemudian diendapkan. Bentuk batuan sedimen itu pada awalnya datar. Jika batuan ini sudah melengkung berarti sudah mengalami kejadian tenaga endogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang menghasilkan batuan. Contoh batuan Sedimen salah satunya yaitu batuan Konglomerat.
Batuan Meramorf,batuan ini berfolisi (bergelombang) karena pengaruh suhu. Batuan Metamorf dibagi menjadi tiga antara lain : Batuan Kontak,Batuan Dinamo,dan Batuan Kontak Pneumatolotik.
Untuk mengukurr batuan,dapat dilakukan dengan cara :
A. Peralatan (Radioaktif)
B. Kandungan fosil. Fosil adalah sisa makhluk yang diawetkan secara alami lebih dari 11.000 tahun.
2. Unit Bina Industri Batuan Mulia/ UBIBAM
UBIBAM ini merupakan tempat belajar untuk membuat liontin,cincin dll. Di lokasi tersebut terdapat banyak batuan baik yang sudah dibentuk maupun belum dibentuk. Disana terdapat berbagai macam jenis batuan. Banyak jenis batuan yang terdapat di lokasi tersebut seperti batuan rijang merah, gamping merah, sekis mika, kuarsit, batuan breksi, marmer, dan lain-lain. Cara untuk membuat liontin ialah sebagai berikut :
1. Potong sesuai ukuran
2. Kemudian dibentuk sesuai selera dengan menggunakan alat yang bernama gerenda
3. Lalu dihaluskan lagi dengan gerenda yang bisa membuat batuan tersebut menjadi halus. Dalam membuat batu menjadi halus harus setiap hendak menghaluskan dicampur dengan air agar batuan itu dapat dihaluskan dengan mudah .
Disini juga terdapat batuan mulia. Batuan mulia di bagi menjadi 3 yaitu :
1. Batuan Mulia Asli
2. Batuan Mulia Imitasi,batuan ini sudah tercampur dengan bahan-bahan kimia
3. Batuan Mulia Sintetis,pada batuan ini terdapat bagian yang asli tetapi sudah ada yang telah tercampur dengan buatan manusia
Untuk membedakan batuan yang mana yang asli dan yang mana yang imitasi,yaitu jika imitasi warnanya dan bentuknya itu sempurna karena merupakan buatan manusia. Batuan mulia di bagi menjadi 4 katgori yaitu :
1. Batu Permata
Batuan yang diolah menjadi bentuk untuk aksesoris. Misalnya bros dan liontin.
2. Batu Ornamen
Contoh batuan ini ialah Batu Granit,solit,karenit,dan marmer. Batuan ini biasnya di gunakan untuk membuat lantai dan dinding pada rumah.
3. Batu Mulia Hias
Contohnya Batu Breksi.
4. Batu Mulia Mineral Langka
Batuan ini bernilai mahal karena batuan ni termasuk batuan langka. Bentuk batuan ini lengket dikarenakan batuan ini lapuk,dan berbentuk seperti lempeng,dengan warnanya yang khas yaitu warna hijau.
3. Batuan Diabas Dengan Struktur Columnar Joint di Gunung Parang
Disebut "Columnar Joint" karena bentuknya berkolom-kolom. Lokasi ini merupakan iconnya Karang Sambung. Tempat ini berbentuk seperti tebing dengan batuan yang tersusun ke atas,karena dulunya terkena tekanan gas yang sangat tinggi sehingga berjajar seperti pagar yang menjulang ke atas. Batuan disini termasuk Batuan Beku Interusif atau plutonik yaitu batuan yang membeku di permukaan bumi yang nama batuannya adalah Diabas. Kenampakannya di cirikan oleh kristal-kristal yang berukuran sangat besar di karenakan pembekuan yang sangat lambat. Hal ini menyebabkan permukaan batuan menjadi sangat kasar. Batuan diabas mengandung 2 mineral yaitu : Mineral Piroksan (berwarna hitam memipih seperti jarum),dan Mineral Plagioclash (berwarna putih). Disini terdapat singkapan batuan beku umur 22-34 juta tahun yang merupakan klasifikasi genetis dari kekar berupa kekar kolom (Columnar Joint). Kekar kolom :
1. Terbentuk ketika magma mencapai permukaan bumi.kekar kolom mendingin secara bertahap dari bagian luar ke dalam dan menghasilkan pola hexagonal.
2. Kekar kolom bisa ditemukan pada intrusi atau ekstrusi batuan beku dekat permukaan,contohnya pada basaltik,sill,dike,dan aliran lava.
3. Bidang aliran tegak lurus terhadap bidang pendinginan.
Karakteristik Diabas :
Ø Batuan beku berwarna abu-abu
Ø Butir sedang
Ø Mineral piroksen dan plagioklas berbentuk seperti jarum yang saling bersilangan
Ø Terbentuk dari magma yang menerobos hingga dekat ke permukaan.
4. Sungai Luk Ulo
Disini terdapat Batuan Metamorf hasil ubahan batuan lempung dengan derajat rendah (Filit). Hasil lipatannya berbentuk serpihan melingkar. mineralnya Grafit bentuknya filoasi Manfaatnya untuk membuat pensil. Kali Lukulo merupakan sungai yang berhulu di Karangsambung menuju ke selatan hingga bermuara di Samudra Hindia. Di Sungai ini terdapat berbagai jenis batuan,salah satunya Serpentinit,Metamorf Sekis Mika,Sedimen Gamping,Batuan Beku Diabas dan Dasit,Batu Rijang,Lempung dan lain-lain. Batuan metamorf sekis mika merupakan batuan tertua di Pulau Jawa yang berumur 117 juta tahun. Batu Sekismika juga merupakan fosil hasil evolusi biota laut seperti ikan, bintang laut, kerang laut, kepiting. Produk erosi dari hulu dapat dijadikan sebagai tempat penambangan pasir berbentuk filoasi.
5. Lantai Samudra di Puncangan
Kebumen terdapat batu yang dinamakan “Lantai Samudra” di daerah Puncangan,di situ dahulunya berupa lautan sedangkan batuan itu merupakan hasil dari proses tumbukan beberapa lempeng yang kemudian terbentuk menjadi “Lantai Samudra” . Disana di buktikan dengan kenampakan singkapan . Singkapan itu terjadi akibat tekanan dan suhu yang tinggi. Lantai Samudra yang dimaksud merupakan kumpulan batuan serpentinit yang awalnya merupakan batuan beku ultramofik. Batuan ini terbentuk karena dahulu lempeng benua dan lempeng samudra bertabrakan. Hasil dari tabrakan antara lempeng benua dan lempeng samudra yaitu lempeng samudra menembus dasar lantai daratan sehingga munculah lantai samudra.
Di daerah Puncangan,Karang Sambung,Kebumen terdapat Lantai Samudra. Lantai samudra itu di buktikan dengan kenampakan singkapan . Singkapan itu terjadi akibat tekanan dan suhu yang tinggi. Lantai Samudra yang dimaksud merupakan kumpulan batuan serpentinit yang awalnya merupakan batuan beku ultramofik. Batuan ini terbentuk karena dahulu lempeng benua dan lempeng samudra bertabrakan. Hasil dari tabrakan antara lempeng benua dan lempeng samudra yaitu lempeng samudra menembus dasar lantai daratan sehingga munculah lantai samudra. Kenampakan singkapan tersebut di namakan Kenampakan singkapan batuan metamorf. Batuan metamorf yang pada awalnya merupakan batauan beku metamosfit yang dahulu namanya batauan ultramafik. Jenis batuan metamorf di daerah ini adalah batuan serpentinit (serpentinite). Serpenitit di dasar laut mengalami dua fase yaitu :
1. Fase dalam tunjaman
2. Fase terendam air laut
Batuan serpentinit berubah menjadi asbess. Struktur batuan tersebut tidak begitu kasar,agak halus,agak lengket karena batuan tersebut sudah mengalami fase terendam air laut yang mengandung yodium.
Ciri-ciri batuan ini antara lain :
l Berwarna kehijauan
l Terbentuk dari batuan beku ultra dengan basa Ph > 14
l Batuan yang kaya olivin kemudian mengalami metamorfisme lantai samudra yang terbentuk di laut dalam yang menghasilkan serpentinit
l Mengandung mineral talc (bahan baku asbes)
6. Sungai Muncar atau Watu Kelir
Sungai Muncar (Kali Muncar) terletak di Desa Sebono Kecamatan Sadang. Sungai ini merupakan anak dari sungai Luk Ulo. Batu ini terbentuk diatas lantai samudra. Watu kelir merupakan batuan sedimen warna merah yang memanjang sekitar 100 meterpada dinding sungai muncar. Disini terdapat Batuan Rinjang yang tidak ada di manapun. Batuan disini namanya batu Rijang dan Lava Basalt bersetruktur pillow. Batuan ini merupakan batuan sedimen gamping merah,rijang. Panjangnya 0,1 mm. Pada bagian bawah terdapat singkapan yang terbentuk di atas Lantai Samudra setebal 4 km. Bentuknya berlapis misalnya : Gamping Merah. Terdapat kandungan fosil yang bernama radiolaria fosil ini berada di dalam rijang,yang dibagi atas batuan beku lava basalt atau lava bantal,karena bentuk fisiknya seperti bantal,singkapan batuannya seperti wayang kelir. Pada bagian atas yang tersingkap namanya kenong sama gong.
2.3 PEMBAHASAN
Proses Pembentukan Pulau Jawa
Batuan dasar di Pulau Jawa diperkirakan terbentuk pada 70-35 juta tahun lalu. Batuan tersebut tersusun atas batuan malihan dan batuan beku. Batuan dasar di Jawa Barat lebih tua dibanding batuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perbedaan umur batuan ini disebabkan batuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena terbentuk pada tahap akhir proses tumbukan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Proses tumbukan kedua lempeng tersebut terjadi pada 20 juta tahun lalu. Peristiwa ini mengakibatkan Lempeng Indo-Australia terdesak ke bagian bawah Lempeng Eurasia Kondisi ini masih berlangsung hingga sekarang dan menyebabkan terbentuknya deretan gunung api di sebelah barat Pulau Sumatra serta sebelah selatan Pulau Jawa.
Pada saat peristiwa tumbukan kedua lempeng tersebut,wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berupa lautan. Bukti bahwa wilayah tersebut berupa lautan,yaitu banyak gunung gamping di selatan Pulau Jawa. Gunung gamping tersebut dahulunya merupakan terumbu karang di lautan.
Sedangkan di Pulau Jawa daerah Karang Sambung,Kebumen terdapat batu yang dinamakan “Lantai Samudra” di daerah Puncangan,di situ dahulunya berupa lautan sedangkan batuan itu merupakan hasil dari proses tumbukan beberapa lempeng yang kemudian terbentuk menjadi “Lantai Samudra” . Disana di buktikan dengan kenampakan singkapan . Singkapan itu terjadi akibat tekanan dan suhu yang tinggi. Lantai Samudra yang dimaksud merupakan kumpulan batuan serpentinit yang awalnya merupakan batuan beku ultramofik. Batuan ini terbentuk karena dahulu lempeng benua dan lempeng samudra bertabrakan. Hasil dari tabrakan antara lempeng benua dan lempeng samudra yaitu lempeng samudra menembus dasar lantai daratan sehingga munculah lantai samudra.
Di daerah Puncangan,Karang Sambung,Kebumen terdapat Lantai Samudra. Lantai samudra itu di buktikan dengan kenampakan singkapan . Singkapan itu terjadi akibat tekanan dan suhu yang tinggi. Lantai Samudra yang dimaksud merupakan kumpulan batuan serpentinit yang awalnya merupakan batuan beku ultramofik. Batuan ini terbentuk karena dahulu lempeng benua dan lempeng samudra bertabrakan. Hasil dari tabrakan antara
lempeng benua dan lempeng samudra yaitu lempeng samudra menembus dasar lantai daratan sehingga munculah lantai samudra. Kenampakan singkapan tersebut di namakan Kenampakan singkapan batuan metamorf. Batuan metamorf yang pada awalnya merupakan batauan beku metamosfit yang dahulu namanya batauan ultramafik. Jenis batuan metamorf di daerah ini adalah batuan serpentinit (serpentinite). Serpenitit di dasar laut mengalami dua fase yaitu :
1. Fase dalam tunjaman
2. Fase terendam air laut
Batuan serpentinit berubah menjadi asbess. Struktur batuan tersebut tidak begitu kasar,agak halus,agak lengket karena batuan tersebut sudah mengalami fase terendam air laut yang mengandung yodium.
Ciri-ciri batuan ini antara lain :
l Berwarna kehijauan
l Terbentuk dari batuan beku ultra dengan basa Ph > 14
l Batuan yang kaya olivin kemudian mengalami metamorfisme lantai samudra yang terbentuk di laut dalam yang menghasilkan serpentinit
l Mengandung mineral talc (bahan baku asbes)
PENUTUP
KESIMPULAN
Pembelajaran Luar Kelas (PLK) merupakan progam sekolah yang wajib diikuti oleh setiap siswa kelas X SMA Negeri Jatilawang. Berdasarkan hasil kegiatan Pembelajarn Luar Kelas (PLK) di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung,Kebumen bahwa disana terdapat pertemuan dua titik lempeng yaitu lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang menghasilkan berbagai jenis batuan. Disini terdapat tempat-tempat yang menghasilkan berbagai jenis batuan antara lain :
1. UBIBAM
Yaitu tempat untuk mengubah batuan dari batuan biasa menjadi liontin maupun cincin.
2. Columnar Joint
Disini terdapat batuan beku interusif (diabas).
3. Sungai Luk Ulo
Disini terdapat berbagai jenis batuan salah satunya batuan sekismika dan batuan serpentinit.
4. Puncangan (Lantai Samudra)
Disini terdapat batuan Metamorf Serpentinit.
5. Sungai Muncar
Disini terdapat batuan Rijang
DAFTAR PUSTAKA
Karyanti Tri,Mardikaningsih Rini,Sunaryanto. 2013. Sejarah 1. Solo : PT Wangsa Jatra Lestari.
Mulyadi,DjajaWahjudi,RahataRinggo. 2014. Sejarah Indonesia Mata Pelajaran Wajib. Klaten : Intan Pariwara.
Mulyo Nianto Bambang,Suhandini Purwadi. 2013. Geografi. Solo : PT Wangsa Jatra Lestari
LAMPIRAN
Hasil Pembuatan Batuan di UBIBAM Gerenda
Sungai Muncar Gerenda
Gerenda Sungai Muncar
Columnar Joint Sungai Luk Ulo

Lantai Samudra Lantai Samudra
Puncangan Columnar Joint
Sungai Muncar Gerenda
Sungai Luk Ulo UBIBAM
Lantai Samudra Lantai Samudra
Lantai Samudra Sungai Luk Ulo
Gerenda LIPI Karangsambung
Lantai Samudra Batu Diabas
Batu yang terdapat di UBIBAM Hasil Pengolahan Batuan di UBIBAM

Hasil Pengolahan Batuan di UBIBAM Hasil Pengolahan Batuan di UBIBAM

Batu yang terdapat di UBIBAM UBIBAM
No comments:
Post a Comment